Rabu, 07 Januari 2015

Untuk Kebaikan Bersama

Renungan untuk kita semua :
Konon hasil survey mengatakan :
1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir).
2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubazir.
3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tidak dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng tidak bermakna.
6. Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.
7. Seumur hidup cari duit banyak, 70% nya dinikmati ahli waris.

"Hidup ini seperti pertandingan bola"
Babak Pertama adalah masa muda. Menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, dsb.

Babak kedua adalah masa tua. Menurun karena Darah Tinggi, Trigliserid, Gula Darah, Asam Urat, Kolestrol.... dsb.

Semoga kita selalu Waspada dari babak Awal hingga Akhir, dan ending dengan kemenangan.

Karena itu :
Tidak Sakit Juga Harus Check Up,
Tidak Haus juga harus Minum.
Tidak Galau juga Harus Cari Solusi,
Benar Juga Harus Mengalah.
Powerfull juga Perlu Merendah,
Tidak Cape pun Perlu Rehat.
Tidak kaya pun Perlu Bersyukur,
Sesibuk Apa pun Juga Perlu Olahraga.

Sdr & sahabatku, Hidup itu Pendek, pasti ada Saatnya Finish.
Jangan tertipu dengan usia MUDA, karena syarat mati tidak harus TUA. 
Jangan terpedaya dengan tubuh dan badan SEHAT, karena syarat mati tidak mesti SAKIT.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik, walaupun tidak banyak orang yang memahamimu.
Jadilah seperti jantung, dia tidak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup sampai akhir hayat. 
AJAL Tak Mengenal Waktu, Usia.
Jadi terus Berbuat Baik dan Menyampaikan Kebenaran terhadap Sesama.

Bersama Alloh Bisa & Ada Solusi. Semoga Bermanfaat.

Jumat, 02 Januari 2015

Kebahagian Milik Kita


هذه القصيدة بشری لنا
Qosidah Busyro Lana (Kebahagiaan Milik Kami)

بشری لنا نلناالمنا ،  زال العنی وفاالهنا

Busyrô lanâ nilnâl munâ, Zâlal ‘anâ wa falhanâ
Kebahagiaan milik kami karena kami memperoleh harapan, dan  hilang sudah semua kesusahan, lengkap sudah semua kebahagiaan

والدهر أنجز وعده ، والبشر اضحی معلنا

Waddahru anjaza wa’dahu, Wal bisyru adlhâ mu’lanâ
Dan waqtu sudah menepati janjinya, dan kebahagiaan menampakkan kemuliaan kami.

يانفس طيبی باللقا ، ياعين قری اعينا

Yâ nafsu thîbî billiqô, Yâ ‘ainu qorrî a’yunâ
Wahai jiwa bahagialah, karena kau akan berjumpa dia.. Wahai mata, tenanglah dan tenanglah..

هذا جمال المصطفی ، أنواره لاحت لنا

Hâdzâ jamâlul Mushthofâ, Anwâruhu lâ hat lanâ
Lihat! Inilah keindahan al~Mushthofa, Cahayanya memancar-mancar menembus jiwa kita..

ياطيبة ماذا نقول ، وفيك قدحل الرسول

Yâ thoibatu mâdzâ naqûl, Wa fîki qod hallar rosûl
Duhai Thoybah (Madinah), apa yang bisa kami katakan? Jika Rosul telah mendiami wilayahmu.

وکلنا نرجوالوصول ، لمحمد نبينا

Wa kullunâ narjûl wushûl, Limuhammadin nabiynâ
Dan kami semua ingin berjumpa dengan Muhammad, Nabi kami

ياروضة الهادی الشفيع ،  وصاحبيه والبقيع

Yâ Roudlotal hâdisy-syafii’ Wa shôhibaihi wal baqii’
Duhai  taman Nabi pembawa petunjuk, dan pemberi syafa’at dan kedua temannya serta tanah Baqi’.

أکتب لنا نحن الجميع ، زيارة لحبيبنا

Uktub lanâ nahnul jamii’ Ziyârotan lihabîbinâ
Catatlah kami semua, bahwa kami berziarah kepada kekasih kami.

صل وسلم ياسلام ، علی النبی ماحی الظلام

Sholli wa sallim yâ salâm.. ‘Alannabiy mâhidh-dholâm
Wahai Tuhan yang Maha Pemberi keselamatan, berikan sholawat dan salam kepada Nabi pengikis kegelapan.

والال والصحب الکرام ، ماأنشدت بشری لنا

Wal âli was-shohbil kirôm, Mâ unsyidat busyrô lanâ
Juga kepada keluarga nabi, para shohabat yang mulia, selama disenandungkan Qosidah ”Busyro Lana”